ASAL USUL NEGERI OIRATA BARAT

 Negeri Oirata Barat atau Desa Oirata Barat adalah sebuah negeri/desa kecil di ujung selatan Pulau Kisar. 

Desa ini berbatasan bagian timur dengan Desa Oirata Timur, sebelah barat dengan desa wonreli dusun romleher selatan, bagian utara dengan desa wonreli dusun romleher utara, sebelah selatan terbentang lautan tengadah lospalos timur leste. 

Masyarakat desa oirata barat pada umumnya berprofesi sebagai petani musiman, dengan hasil komoditi utamanya adalah jagung disamping komoditi lainnya. Pada musim hujan hampir seluruh masyarakat akan berkebun, menanam jagung, kacang-kacangan dan aneka umbi-umbian. Sedangkan apabila musim kemarau tiba masyarakat ada yang melakukan aktifitas nelayan, memeras nira koli untuk di jadikan gula merah dan sopi. 

Desa oirata barat terbentuk dari 3 soa besar yakni Soa Irara, Soa Hayau dan Soa Audoro. 

Pada mulanya desa ini terletak di atas sebuah bukit yang bernama Mauhara. Nama Mauhara sendiri berasal dari nama seorang perempuan dari keluarga Irara. Dinamakan mauhara sebagai wujud penghargaan mereka terhadap saudara perempuan mereka yang dikebumikan di bukit itu yang mula-mulanya di huni oleh orang-orang Nunkoli (kominitas nomaha). Kemudian Bukit yang semula bernama Nunkoli tersebut di ganti menjadi Mauhara. Oleh sebab keberhasilan orang irara menduduki bukit Nunkoli tersebutlah maka mereka di beri julukan RUSKOLI YALU RESI yang memilik makna Orang Hebat yang berhasil mengusir warga Nunkoli. 

Setelah bukit mauhara di huni oleh keluarga irara maka datanglah dua keluarga lainnya yakni keluarga Hayau dan Audoro yang kemudian diterima untuk menghuni bukit mauhara. 

Setelah kedatangan kolonial Belanda ke Pulau Kisar maka pengaruhnya sampai ke masyarakat Mauhara. Belanda kemudian melakukan pembagian kekuasan untuk mempermudah pengaruh belanda di seanteru pulau kisar. Sehingga dalam perkembangannya oleh karena bertambah penduduk yang tidak dimungkinkan untuk hidup di bukit mauhara maka penduduk secara perlahan-lahan meninggalkan bukit mauhara dan mendiami petuanan masing-masing mereka hingga kini bukit mauhara sudah tanpa penghuni. 

Sedangkan Nama Oirata sendiri merupakan sebutan familiar mayoritas penghuni pulau kisar yang mengidentikan orang-orang mauhara sebagai orang-orang Oiryaka (air kotor). Sehingga sebutan itu menjadi familiar yang kemudian oleh Belanda di sahkan menjadi Oirata. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERJALANAN KELUARGA ASATUPA DAN HOOREN DI DESA OIRATA BARAT